Ini Solusi Fasilitas Penanggulangan Kebakaran di Jakarta Usulan Sandiaga Uno

Calon wakil gubernur DKI Sandiaga Uno menilai masih banyak sarana dan prasarana di Jakarta yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah sarana penunjang untuk penanggulangan kebakaran di Jakarta yang dinilai masih kurang yang mengakibatkan bencana kebakaran lambat ditangani.

Hal ini terjadi karena fasilitas air yang masih dinilai minim. Masalah kekurangtersediaan air ini menurut Sandi tidak bisa dianggap sepele. Apalagi kebakaran jadi masalah besar di ibu kota selain banjir. Selain itu Sandi mengungkapkan bahwa unit reaksi cepat penanggulangan kebakaran di Jakarta perlu ditambah.

Menurut catatan Sandi dan tim relawan, selama 2017, terjadi 187 peristiwa kebakaran di Jakarta. “Angka ini memang naik turun, tapi belum ada penurunan yang signifikan,” ungkap Sandi.

Advertisements

Impian Sandiaga Uno untuk Pariwisata Jakarta

Akses kendaraan sering menjadi keluhan wisatawan saat mengunjungi tempat wisata. Menanggapi hal tersebut bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, berencana akan menambah jumlah armada bus pariwisata di Ibu Kota.

Sandiaga mengungkapkan bahwa yang terpenting dari pariwisata adalah fasilitas umum yang nyaman dan terjangkau agar wisatawan tertarik mengunjungi Jakarta. Selain itu kemacetan merupakan permasalahan utama yang harus segera diselesaikan sesuai dengan visi Sandiaga yang ingin membuat Jakarta menjadi kota yang lebih modern dengan langkah mengedepankan fasilitas transportasi untuk mengurangi kemacetan.

Melalui rencana program kerja nyata, Sandiaga akan menambah bus-bus pariwisata dimana bus tersebut nantinya akan melewati 10 spot wisata baru yang juga telah masuk dalam program kerjanya. Dengan adanya program ini diharapkan para wisatawan nyaman saat mengunjungi lokasi wisata.

Anies-Sandi Berencana Bangun Museum Benyamin Sueb

Hargai Legenda Betawi, Anies-Sandi Berencana Bangun Museum Benyamin Sueb

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno, ingin melestarikan kebudayaan betawi. Upaya mereka untuk melestarikan budaya betawi tersebut adalah dengan membangun museum kesenian khusus Betawi.

Museum yang ingin dibangun Anies-Sandi akan dinamakan museum Benyamin Sueb, sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh legenda budaya Betawi tersebut. Sandiaga menuturkan bahwa pihaknya telah membicarakan hal ini dengan keluarga alharhum Benyamin Sueb.

Pembangunan museum ini bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan budaya Betawi dimana nantinya di dalam museum tersebut juga akan ada pengembangan budaya Betawi.

Museum ini diharapkan menjadi inspirasi bagi warga Jakarta untuk melestarikan kearifan dan budaya lokal di zaman globalisasi ini. Museum Betawi akan berbasis pada partisipasi publik sehingga nantinya dapat digunakan sebagai sarana pengembangan budaya Betawi.

Rahasia Sukses Sandiaga Uno Mendidik Anak

Image result for sandiaga lifestyle okezone

Setiap orang tua memiliki kewajiban untuk turut serta dalam mendidik anak. Merupakan kewajiban bagi setiap orangtua untuk mendukung, menjadi fasilitator dan memenuhi pendidikan anak. Orang tua harus memberikan pemahaman yang jelas kepada mereka betapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno, yang merupakan ayah dari tiga orang anak yang juga memiliki prinsip pendidikan yang diterapkan pada anak-anaknya.

Sandiaga mengungkapkan bahwa pendidikan harus diutamakan, namun tak hanya pendidikan formal, pendidikan karakter juga penting diberikan pada anak. Anak tidak cukup hanya pintar dalam sekolah tetapi anak juga harus tahu kaidah dalam bergaul, menjunjung tinggi norma, lalu disiplin akan komitmen.

Sandiaga menegaskan anak seharusnya menanamkan bahwa komitmen penting dalam kehidupan. Yang terpenting komitmen pada diri sendiri, sebelum mereka berkomitmen dengan orang lain karena dengan cara inilah mereka menilai apakah seseorang bisa konsisten dengan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan.

Anies-Sandi Janjikan Program Tunjangan Hari Tua untuk Lansia

Image result for Program Tunjangan Hari Tua untuk Lansia Milik Anies-Sandi

Seiring dengan diadakannya Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017, masing-masing calon gubernur  sudah menyiapkan beragam program kerja mereka untuk persiapan memimpin kota Jakarta.

Begitupun dengan Anies-Sandi, ketua tim pemenangan, M Taufik menyatakan, Anies-Sandi menyiapkan program tunjangan hari tua khusus lansia. Program ini jelas berbeda dengan program Kartu Jakarta Lansia (KJL) milik pesaingnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Pada kampanye putaran pertama Anies sudah menyiapkan program kerja ini, Anies menjanjikan pelayanan masyarakat serta kesehatan bagi warga lanjut usia karena Anies menilai pelayanan kesehatan warga lanjut usia di DKI belum maksimal.

Program tunjangan hari tua untuk lansia ini terdiri dari 23 janji program kerja yang nanti akan menunjang kehidupan hidup lansia. Program tersebut diantaranya, Anies-Sandi akan memperbanyak layanan  kesehatan untuk lansia dan memperbanyak ruang terbuka hijau, transportasi umum, serta unit darurat pertolongan pertama yang nantinya digunakan untuk memfasilitasi kegiatan lansia.

Aksi Warga Ibu Kota Tolak Ahok Jadi Gubernur

Aksi unjuk rasa dilakukan oleh ribuan warga Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Peduli Umat dan Bangsa di Pintu Monas Barat Daya, Gambir, Jakarta, Minggu (4/8/2016). Para pengunjuk rasa ini mengajak warga Ibu Kota untuk tidak memilih gubernur nonmuslim pada Pilgub DKI 2017 mendatang.

Aliansi Peduli Umat dan Bangsa tersebut tergabung dari banyak ormas di Jakarta seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), Forum RT RW, Laskar Luar Batang, Amju, dan sejumlah organisasi lain. Aksi yang diikuti anak-anak, remaja, hingga dewasa

Puluhan warga DKI Jakarta yang tergabung dalam Barisan RT/RW (Baret) menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai petahana calon Gubernur DKI Jakarta. Mereka bergabung dengan ribuan massa Hizbut Tahrir yang sedang menggelar demonstrasi menolak pemimpin kafir di Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Koordinator Baret, Munajat menuturkan, kebijakan-kebijakan Ahok semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta sudah banyak yang terbukti bertentangan dengan syariat Islam.

Munajat berorasi di tengah-tengah ribuan massa HizbutTabrir, memaparkan salah satu kebijakan Ahok yang dianggapnya bertentangan dengan syariat Islam antara lain larangan Ahok untuk memotong hewan kurban di halaman masjid yang sudah menjadi ritual umat Islam, maka fardu ain hukumnya menolak gubernur kafir.

Munajat juga menyoroti masalah KTP yang saat ini meresahkan masyarakat. Hal tersebut merupakan salah satu ketidakmampuan Ahok memimpin DKI Jakarta sebagai gubernur, karena masyarakat diresahkan dengan sulitnya mengurus KTP.

Dalam aksinya tersebut aliansi ini membentangkan spanduk bernadakan penolakan terhadap pemimpin nonmuslim dan penolakan terhadap petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mereka menyatakan dengan tegas menolak pemimpin kafir karena hal tersebut telah termuat dalam Alquran.

sumber: Okezone

Uji Kelayakan Tiga Calon Pendamping Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017

Uji kelayakan pendamping Sandiaga Uno pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 dilakukan oleh Partai Gerindra. Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DKI Jakarta Partai Gerindra, Syarif, menyebutkan seharusnya uji kelayakan ini dilakukan kemarin, tapi Sekda (Saefullah) jadi saksi di Tipikor sehingga tertunda dan dijadwal ulang pada malam hari ini.

Syarif menyebutkan, dalam agenda uji kelayakan tersebut, ada tiga nama yang akan diuji secara bergantian diantaranya Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, dan Deputi Gubernur DKI Bidang Budaya dan Pariwisata Sylviana Murni. Uji kelayakan tersebut untuk mencari sosok yang mampu dan bisa mendampingi Sandiaga. Mengenai perihak yang diujikan Syarif enggan membocorkan perihal tersebut.

Tim uji kelayakan untuk calon wakil gubernur DKI terdiri dari beberapa partai yang akan ikut serta diantaranya Demokrat, Gerindra, PKB, dan PKS.

Untuk diketahui, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mendeklarasikan dukungannya kepada Sandiaga Uno untuk diusung di Pilgub DKI 2017. Salah satu yang menjadi faktor pertimbangan PKB memilih Sandi adalah berdasarkan sosialisasi survei internal PKB sampai ke ranting. Seluruh pimpinan cabang PKB Jakarta pun telah sepakat untuk mengusung Sandiaga karena dianggap memiliki karakter yang cocok untuk memimpin Ibu Kota. Terkait dukungan ke Sandi, PKB juga meminta pendapat dan dukungan dari para alim ulama Jakarta. Sementara itu hampir mayoritas survei menolak Ahok. Hal ini menunjukkan ketidakpuasan warga dalam kinerja Ahok berdasarkan apa yang dilakukan.

sumber: Okezone

Peta Politik Ahok Jelang Pilgub DKI 2017

Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Sandiaga Uno mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah melakukan tiga manuver sebagai petahana. Sandiaga beranggapakan bahwa saat ini Ahok sudah sangat khawatir dengan peta politik yang ada. Hal ini terbukti dengan tingkah dan polanya selalu be‎rubah-ubah dengan komitmennya. Ahok telah manuver sebanyak tiga kali diantaranya maju independen, pindah jalur parpol dengan didukung tiga partai, dan berharap didukung PDIP dalam waktu yang berdekatan.

Sandiaga menambahkan bahwa secara tidak disadari telah terjadi kekuatan politik yang dilakukan oleh Ahok karena saat sekarang mayoritas warga menginginkan adanya sosok gubernur baru di Jakarta. Warga Jakarta menginginkan adanya demokrasi yang sejuk dengan menghargai setiap adanya per‎bedaan. Karena itu, Sandiaga telah memastikan dirinya telah menyiapkan gagasan dan ide-ide pembangunan Ibu Kota yang modern dan berpihak kepada warga miskin kota.Pilgub DKI merupakan ajang adu ide dan gagasan. Sandiaga mengajak warga agar tidak terlalu banyak mengkritik dan lebih baik mencari jalan agar Ahok berada pada akhir periodenya dan memastikan Ahok tidak terpilih kembali.

Sementara itu, Forum RT/RW DKI Jakarta sepakat menolak petahana Ahok untuk kembali menjadi gubernur pada Pilgub DKI 2017. Hal ini dituangkan melalui empat poin pokok dalam visi 3 juta orang yang menolak gubernur. Mereka menyatakan bahwa seorang gubernur tidak boleh arogan, kasar, harus berpihak kepada rakyat miskin, dan tidak boleh menggusur tanpa musyawarah. Forum RT/RW DKI Jakarta sangat yakin untuk mendukung calon gubernur dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, pada Pilgub DKI 2017 karena mereka beranggapan Sandiaga memiliki kriteria yang mereka harapkan sehingga warga menjadi makin solid melawan pimpinan yang zalim.

sumber: Okezone

Partai Harus Berhati-Hati Saat Usung Cagub Pada Pilgub DKI 2017

Terkait PDIP yang akan mendukung Basuki Thahaja Purnama (Ahok) pada Pilgub DKI 2017 mendatang,diharapkan agar partai yang didukung Megawati Soekarnoputri ini harus lebih teliti. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Teliti bahwa masyarakat harus jeli dalam menjaring aspirasi masyarakat Jakarta, terutama konsituen PDIP.

Airlangga mengungkapkan bahwa tugas utama PDIP adalah membela rakyat kecil dan kebanyakan pemilih PDIP di Jakarta adalah warga miskin. Di Jakarta, warga miskin pemilih PDIP ini menjadi korban penggusuran Ahok demi membangun proyek-proyek
dari pengembang, salah satunya proyek reklamasi. Selain itu, rekam jejak petahana yang tidak pernah loyal kepada partai pengusungnya harus menjadi pertimbangan PDIP.

Ahok dianggap selalu meninggalkan partai yang mengusung dirinya jika keinginannya sudah terpenuhi. Saat 2011 dia meninggalkan Golkar demi menerima tawaran Gerindra menjadi cawagub Jokowi saat Pilgub DKI 2012 lalu. Setelah itu dia keluar dari Gerindra. Jadi, tidak ada jaminan bahwa Ahok akan setia pada PDIP.

Airlangga menyarankan agar PDIP tidak terlalu tergiur pada transaksi jangka pendek yang mungkin ditawarkan oleh petahana. PDIP harus melihat efek jangka panjangnya ketika
mendukung mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Airlangga menambahkan, munculnya aspirasi warga Jakarta untuk mencalonkan Risma melawan petahana menjadi bukti bahwa ada yang salah dari diri petahana. Hal ini menunjukkan banyak warga yang tidak menyukai petahana. Jangan sampai PDIP mendapat label sebagai partai yang tidak berjuang bersama rakyat hanya karena mendukung petahana karena akan berpotensi membawa dampak buruk untuk PDIP, terutama pada Pemilu 2019 mendatang.

sumber: Okezone

KPU DKI Hadapi Masalah soal Data Pemilih Pilgub

Penggusuran permukiman padat yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menjadi kesulitan untuk melakukan pemutakhiran data pemilih pada Pilgub DKI 2017. Pihak KPU pun meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, untuk menunda penggusuran sampai masa Pilgub DKI 2017 selesai. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Ahok.

Sumarno mengungkapkan, jika terdapat warga yang memiliki KTP dengan alamat lama namun tinggal di tempat baru seperti di rumah susun untuk korban penggusuran, pihaknya pun harus melakukan koordinasi dengan SKPD terkait.

Sumarno pun menyebutkan KPU telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk melakukan pemutakhiran atau pencocokan data pemilih. Hal tersebut dilakukan karena tidak mungkin juga membangun tempat pemungutan suara (TPS) jika tidak ada yang akan mencoblos.

KPU akan terus berkoordinasi dengan Disdukcapil termasuk Dinas Perumahan. Sebab jika membangun TPS, harus ada pemilihnya, mencetak surat suara pun juga tidak bisa sembarangan.

sumber: Okezone