Apa Saja Keunggulan Ahok?

C__Data_Users_DefApps_Windows-Phone_AppData_INTERNETEXPLORER_Temp_Saved-Images_maxresdefault

Keunggulan Basuki Thahaja Purnama atau Ahok tidak terletak pada elektabilitas. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, ia mengatakan bahwa jika berbicara masalah survei, hampir semua incumbent elektabilitas tinggi.

Menurut Yunarto, modal utama Ahok adalah kepuasan publik. Dalam survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) kemarin, tingkat kepuasan publik terhadap Ahok mencapai 69 persen. Yang ini berati bahwa tingkat kepuasan publik mencapai 70 persen, incumbent dapat dipastikan kembali menang.

Akan tetapi, dinamika politik dalam Pilkada DKI masih bisa terjadi saat pengerucutan nama calon penantang Ahok. Hal ini disebabkan karena partai di luar pendukung Ahok masih meraba dan belum menentukan sikap. Hal itu juga yang menurut Yunarto berdampak pada tingginya elektabilitas Ahok. Masyarakat masih melihat Ahok karena elektabilitas, incumbent, satu juta KTP, tiga partai sudah didapat yang menunjukkan bahwa masyarakat menilai Ahok sebagai sosok yang ingin maju.

Dalam survei SMRC, elektabilitas Ahok masih menjadi top of mind masyarakat dengan persentase 36,6 persen. Di posisi kedua ada nama Yusril Ihza Mahendra dengan 2,8 persen, dan di posisi ketiga Sandiaga Uno dengan 2,1 persen.

sumber: Kompas

Ahok Meminta TemanAhok dan Parpol Pendukung Duduk Bersama

042887500_1466321569-20160619-Musda-Golkar-FF-3Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyarankan relawannya yakni TemanAhok, duduk bersama tiga parpol pendukungnya dalam Pilkada 2017 yaitu Golkar, Nasdem, dan Hanura. Ahok menyatakan bahwa TemanAhok harus saling menghormati dan menghargai.

Dengan bertemunya partai parpol, semua belah pihak dapat mendengar pendapat masing-masing dan memutuskan bersama jalur politik yang akan dipilih Ahok di Pilkada DKI 2017. Yang pada akhirnya Ahok akan mengikuti apapun keputusan pertemuan TemanAhok dan tiga parpol.

Ahok pun telah mengagendakan pertemuan bersama TemanAhok dan parpol akan dilakukan akhir Juli nanti. Mengingat jadwal pendaftaran cagub di KPUD DKI adalah 3-7 Agustus 2016.

Sementara itu, Ahok mengatakan, peluang bertambahnya parpol untuk mendukungnya masih terbuka, termasuk dukungan PDIP. “Kan sekarang tergantung TemanAhok, makin banyak partai ikut, makin bagus kan,” ucap Ahok.

Menurut Ahok, keputusan PDIP ada di tangan ketua umumnya Megawati Soekarnoputri. Karena itu, dia tak terlalu memusingkan apabila ada individu di PDIP yang menolak mendukungnya. “Saya juga dulu didukung PDIP,” ujar Ahok.

sumber: Liputan 6

Komunitas Tionghoa Optimis Bisa Lengserkan Ahok

Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan kepada wartawan setibanya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/10).

Koordinator Komunitas Tioghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma menegaskan permintaan Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) merupakan kesempatan bagi DPRD DKI Jakarta untuk berbuat kepada rakyat. Komtak merupakan bagian dari AMJU yang bersama-sama mendesak DPRD untuk melengserkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui mekanisme hak dengar pendapat (HMP).

“Kita justru memberikan kesempakatan ke wakil rakyat, berbuatlah jangan kuatir. Kalau anda tidak mau berbuat, jangan salahkan kalau besok rakyat marah. Karena kedaulatan di tangan rakyat. Dari hasil kemaren kita optimis masih ada anggota dewan yang baik,” kata Lieus kepada Okezone, Senin (23/5/2016).

Lieus optimis data yang mereka berikan kepada DPRD DKI sudah cukup kuat untuk menurunkan Ahok dari kursi DKI 1. Data-data tersebut terkait kesalahan dari proyek reklamasi, penggusuran yang tidak manusiawi dan kasus Sumber Waras yang yang sangat valid dan tidak bisa terbantahkan. Data tersebut sudah ada audit BPK, lembaga sah, lembaga tinggi negara.

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomtAK) Lieus Sungkharisma menyindir kerja ratusan anggota DPRD DKI Jakarta yang tidak bisa melengserkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dihadapan Taufik, Lieus bertanya apa yang menjadi kesulitan bagi DPRD DKI untuk melengserkan Ahok dari kursi nomor satu di DKI.

“Masa ratusan anggota dewan kalah sama satu orang namanya Ahok. Padahal jelas-jelas Ahok salah,” ujar Lieus di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2016).

Lieus juga menuntut agar DPRD DKI dengan hak politiknya dengan segera menggunakan Hak Menyatakan Pendapat (HMP) sebagai anggota dewan yang terhormat. “Jangan terlalu lama, orang Ahok jelas-jelas salah kok,” tegasnya.

Sebelumnya, AMJU menuntut dan meminta DPRD DKI memakai salah satu haknya yaitu, hak angket dan hak menyatakan pendapat (HMP) kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok dinilai telah melanggar UU dengan kebijakan yang dibuatnya sekarang.

sumber: Okezone