Ahok Berharap Demokrasi di Jakarta Tak Berdasarkan Warna Kulit

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan masyarakat Ibu Kota sudah semakin pintar dalam memilih calon pemimpinnya. Ahok mengatakan masyarakat akan membandingkan atau menilai calon pemimpinnya dari kinerja yang telah dihasilkan, bukan dari suku, agama, ras, dan antargolongan calon pemimpin tersebut.

Demokrasi yang diinginkan Ahok adalah semua orang memilih berdasarkan meritokrasi, bukan berdasarkan warna kulit. Apa lagi saat ini, masyarakat dibantu dengan media sosial. Masyarakat akan memotret berbagai program maupun kekurangan yang dihasilkan para kandidat gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017, seperti dalam hal menangani sampah, transportasi, lokasi wisata, dan lain-lain.

Ahok yang akan maju lagi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mengapresiasi kepala daerah yang ingin bertarung menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ahok menyatakan sudah siap menerima semua tindakan yang akan dilakukan lawan politiknya.

Adapun kepala daerah yang disebut-sebut akan menjadi pesaing Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Kabarnya, perempuan yang akrab disapa Risma itu akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Namun Risma belum bersedia untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Orang Jakarta langsung korek-korek nih koreng-korengnya semua (pasangan calon gubernur dan wakil gubernur) nih. Jadi orang (pasangan calon gubernur dan wakil gubernur) enggak boleh ngeluh,” kata Ahok saat diwawancarai di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/8/2016).

sumber: Kompas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s