Aksi Warga Ibu Kota Tolak Ahok Jadi Gubernur

Aksi unjuk rasa dilakukan oleh ribuan warga Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Peduli Umat dan Bangsa di Pintu Monas Barat Daya, Gambir, Jakarta, Minggu (4/8/2016). Para pengunjuk rasa ini mengajak warga Ibu Kota untuk tidak memilih gubernur nonmuslim pada Pilgub DKI 2017 mendatang.

Aliansi Peduli Umat dan Bangsa tersebut tergabung dari banyak ormas di Jakarta seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), Forum RT RW, Laskar Luar Batang, Amju, dan sejumlah organisasi lain. Aksi yang diikuti anak-anak, remaja, hingga dewasa

Puluhan warga DKI Jakarta yang tergabung dalam Barisan RT/RW (Baret) menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai petahana calon Gubernur DKI Jakarta. Mereka bergabung dengan ribuan massa Hizbut Tahrir yang sedang menggelar demonstrasi menolak pemimpin kafir di Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Koordinator Baret, Munajat menuturkan, kebijakan-kebijakan Ahok semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta sudah banyak yang terbukti bertentangan dengan syariat Islam.

Munajat berorasi di tengah-tengah ribuan massa HizbutTabrir, memaparkan salah satu kebijakan Ahok yang dianggapnya bertentangan dengan syariat Islam antara lain larangan Ahok untuk memotong hewan kurban di halaman masjid yang sudah menjadi ritual umat Islam, maka fardu ain hukumnya menolak gubernur kafir.

Munajat juga menyoroti masalah KTP yang saat ini meresahkan masyarakat. Hal tersebut merupakan salah satu ketidakmampuan Ahok memimpin DKI Jakarta sebagai gubernur, karena masyarakat diresahkan dengan sulitnya mengurus KTP.

Dalam aksinya tersebut aliansi ini membentangkan spanduk bernadakan penolakan terhadap pemimpin nonmuslim dan penolakan terhadap petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mereka menyatakan dengan tegas menolak pemimpin kafir karena hal tersebut telah termuat dalam Alquran.

sumber: Okezone

Advertisements

Uji Kelayakan Tiga Calon Pendamping Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017

Uji kelayakan pendamping Sandiaga Uno pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 dilakukan oleh Partai Gerindra. Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DKI Jakarta Partai Gerindra, Syarif, menyebutkan seharusnya uji kelayakan ini dilakukan kemarin, tapi Sekda (Saefullah) jadi saksi di Tipikor sehingga tertunda dan dijadwal ulang pada malam hari ini.

Syarif menyebutkan, dalam agenda uji kelayakan tersebut, ada tiga nama yang akan diuji secara bergantian diantaranya Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, dan Deputi Gubernur DKI Bidang Budaya dan Pariwisata Sylviana Murni. Uji kelayakan tersebut untuk mencari sosok yang mampu dan bisa mendampingi Sandiaga. Mengenai perihak yang diujikan Syarif enggan membocorkan perihal tersebut.

Tim uji kelayakan untuk calon wakil gubernur DKI terdiri dari beberapa partai yang akan ikut serta diantaranya Demokrat, Gerindra, PKB, dan PKS.

Untuk diketahui, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mendeklarasikan dukungannya kepada Sandiaga Uno untuk diusung di Pilgub DKI 2017. Salah satu yang menjadi faktor pertimbangan PKB memilih Sandi adalah berdasarkan sosialisasi survei internal PKB sampai ke ranting. Seluruh pimpinan cabang PKB Jakarta pun telah sepakat untuk mengusung Sandiaga karena dianggap memiliki karakter yang cocok untuk memimpin Ibu Kota. Terkait dukungan ke Sandi, PKB juga meminta pendapat dan dukungan dari para alim ulama Jakarta. Sementara itu hampir mayoritas survei menolak Ahok. Hal ini menunjukkan ketidakpuasan warga dalam kinerja Ahok berdasarkan apa yang dilakukan.

sumber: Okezone